Sunday, June 17, 2012

DASAR FILOSOFIS PERENCANAAN PENDIDIKAN

A. Latar Belakang

Suatu pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas, arah, tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efesien metode dan cara – cara pelaksanaannya harus sesuai dengan perencanaan pendidikan yang apabila dilakukan dengan mengacu pada suatu dasar atau landasan. Yakni dasar yang kokoh untuk pendidikan. Mengetahui akan sengat pentingnya perencanaan pendidikan untuk mengembangkan serta memicu keberhasilan suatu kemaksimalan tujuan yakni dalm pendidikan, maka betapa perlunya mengetahui pula akan dasar filosofinya. Yang mana akan menentukan suatu tujuan perencanaan pendidikan itu dapat berjalan dengan lancar dan sesuai.

Dan dasar filosofis itu sangatlah berperan penting guna proses di dalam perencanaan pendidikan untuk menuju arah, tujuan dan suatu perkembangan perubahan pada pendidikan. Dimana dasar filosofis ini bersumber pada filsafat pendidikan.

Untuk itu lebih jelasnya maksud dan pentingnya dasar filosofis perencanaan pendidikan, maka dari itu di dalam makalah ini akan membahasnya, agar dapat mengerti serta memahami dasar filosofi dari suatu perencanaan pendidikan di dalam pendidikan dari pengertian dan yang termasuk macam – macamnya dasar filosofis.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa definisi dari dasar filosofi perencanaan pendidikan?
2. Bagaimana dan apa sajakah yang termasuk dari macam – macamnya dasar filosofis perencanaan pendidikan?
3. Apa peranan dari dasar filosofis perencanaan pendidikan?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka bertujuan untuk:
1. Dapat memahami arti pemahaman dari dasar filosofi perencanaan pendidikan.
2. mengetahui arti pemahaman dari macamnya dasar filosofi perencanaan pendidikan.
3. Memahami dari pentingnya peranandasar filosofi pada perencanaan pendidikan.


1. Dasar Filosofi Perencanaan Pendidikan

Pada dasarnya suatu perencanaan pendidikan / managemen pendidikan itu dapat dilaksanakan dengan cara yang sesuai jelas arah dan tujuan serta efektif dan efesien atas relevan isi kurikulumnya, apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu dasar tertentu. Yakni dasar yang kokoh, sebab adanya dasar yang kokoh itu dapat mengembangkan serta memberi perubahan pada pendidikan untuk menuju atau mencapai suatu tujuan dan arah yang jelas secara maksimal. Dan dengan adanya suatu dasar yang kokoh di dalam perencanaan itu merupakan pilar utama terhadap perkembangan dalam pendidikan profesional. Pada suatu dasar perencanaan ini yaitu yang berdasarkan filosofis / filsafat. Karena dasar filosofis / filsafat ini sangat memicu sekali pada perencanaan pendidikan. Istilah dasar pada kamus besar bahasa Indonesia itu adalah landasan atau alas yaitu dikenal dengan pula sebagai fondasi, yang mana sebagai pengkokoh di dalam perencanaan pendidikan, hingga sampai pada evaluasi pendidikan ( awal hingga akhir ).[1] Jadi dasar filosofis adalah landasan yang bersumber dalam filsafat pendidikan yang menyangkut dalam segala aspek dari keyakinan hakekat manusia, hakekat pengetahuan, sumber nilai serta kehidupan lebih baik dijalankan.[2] Itu dikarenakan dari pengertian filosofis adalah berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari suku kata philein / philos arinya cinta dan sophos / sophia yang artinya kebijaksanaan, dan secara maknawi filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencoba untuk memahami hakekat segala sesuatu.

Dimana landasan filosofis di dalam perencanaan pendidikan ini sangatlah penting pada kehidupan, yaitu pada pandangan hidup seseorang atau masyarakat yang merupakan sebagai suatu konsep dasar, mengenai dengan apa yang diinginkan dan dicita – citakan di dalam kehidupannya. Yang mana adalah suatu sikap sadar dan dewasa di dalam pemikiran untuk mengembangkan potensi, baik secara fisik maupun cipta dan karsa sebagai wujud nyata pengembangan itu dan dapat berfungsi guna perjalanan hidup sampai masa depan. Karena dasar perencanaan itu adalah suatu cita – cita manusia secara universal.[3]

Dasar atau landasan filosofis perencanaan pendidikan ini juga berkembang pada masa sebelumnya yaitu pada abad ke 18 – 25 lalu, dimana dasar filosofis pendidikan perencanaan ini bersumber pada filsafat pendidikan yakni yang menyangkut pada segala aspek ( keyakinan, hakekat, sumber pengetahuan ) dan cenderung untuk menuju pada masa depan yang akan datang. Akan tetapi pada zaman sekarang ini sangatlah berbeda dengan yang dahulu ataupun terdahulu. Dikarenakan pendidikan kini sudah berkembang jauh lebih canggih dengan adanya IPTEK serta pengaruhnya globalitas dunia, perkembangan pendidikan ini berkembang dengan pesat. Dari pemikiran – pemikiran perencanaan atas dasar filosofis yang secara efektif dan efesien serta arah tujuan yang tepat dan didasari oleh suatu konsep interaksi / timbal balik antara satu dengan yang lainnya, baik pada lingkungan sekolah maupun masyarakat, maka dapat menimbulkan juga sebagai faktor pengembangan suatu pendidikan yang lebih baik. Pada dasar filosofis perencanaan pendidikain itu juga termasuk pada dasar yuridis. Dan dasar yuridis memiliki arti sebagai suatu peraturan baku, yakni sebagai tempat berpijak / tolak dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan tertentu. Sama hal ini dengan dasar filosofis perencanaan yang juga mengacu pada pemahaman dari landasan yaitu pijakan dari suatu hal titik tumpu tolak dari suatu hal yang sebagai fundasi dari perencanaan pendidikan. Karena apabila tanpa adanya atau tidak adanya suatu landasan atau dasar perencanaan pendidikan. Khususnya pada dasar filosofis ini, maka akan terjadi kerusakan atau tujuan dari perencanaan pasti terjadi suatu tidak keberhasilan. Yang mana begitu sangat pentingnya dasar filosofis pada perencanaan pendidikan.

Jadi seakan - akan dasar filosofis pada perencanaan pendidikan itu tidak bisa di ganggu gugat sudah menjadi rumusan, begitu pula hukum dasar yuridis yang dipandang sebagai aturan baku dan harus ditaati.[4] Dengan dasar filosofis dan dasar yuridis itu dapat di contohkan, sebab memiliki suatu sifat material yakni sebagai suatu fondasi. Dimana fundasi itu sebagai pengokoh suatu hal yaitu pada perencanaan pendidikan khususnya. Sebagai contoh adalah Pancasila dan UUD yang mana bersifat konseptual sebagai dasar Negara Indonesia.[5]

2. Macam – macam Dasar Filosofis
Dasar filosofis ini sama akan obyek di dalam filsafat ilmu. Yaitu terdapat beberapa macam dengan melihat dari tingkat kebenaran secara rasio / logika / akal. Dan pada dasar filosofis dibagi menjadi 3 macam bagian, antara lain:

1) Ontologi ( Apa )
Yaitu azas dalam menetapkan ruang lingkup, wujud yang menjadi obyek penelaahan / obyek formal serta penafsiran tentang hakekat realitas dari obyek tersebut.

2) Epistimologi ( Bagaimana )
Yaitu azas mengenai cara, bagaimana matei pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan ( obyek formal dan material ilmu pendidikan ).

3) Aksiologi ( Untuk Apa )
Yaitu azas yang menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut ( tentang hakekat nilai kegunaan teoritis dan praktis ilmu pendidikan ).[6]
Itulah macam – macam dari dasar filosofi serta sebagai obyek dari dalam filsafat ilmu pendidikan. Yang mana pendidikan dihadapkan pada perumusan tujuan yang sangat mendasar dan mendalam, sehingga diperlakukan analisa dan pemikiran filosofis.

Selain itu semua perumusan tujuan, seluruh aspek dalam pendidikan mulai dari konsep, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi membutuhkan pemikiran yang filosofis[7]. Sebab dari dasar filosofis itu mengemukakan suatu kebenaran, maksudnya adalah yang sesuai dan yang dapat dimengerti. Dengan adanya suatu pengungkapan kebenaran itu, maka timbullah dasar filosofis dengan macam-macamnya sebagai pertanyaan 3 dasar (Apa. Bagaimana, Untuk Apa).

Pertanyaan dari dasar filosofis ini sangatlah penting untuk acuan sebagai konsep perkembangan suatu perencanaan dalam pendidikan. Filosofis atau filsafat itu lebih mengandung isi studi tentang pertanyaan daripada jawaban. Di mana filsafat ini banyak mencakup di segala aspek di kehidupan dari pendidikan, pribadi manusia, masyarakat, masalah kosmos, dan lain sebagainya. Untuk suatu kebenaran hingga sampai masa depan yang akan datang.[8]

3. Peranan dasar Filosofis Perencanaan Pendidikan
Dari pemahaman pada pemaparan dasar filosofis ini terdapat suatu peranan penting untuk suatu perencanaan pendidikan di dalam pendidikan. Peranannya dalam pendidikan antara lain:
  • Asumsi –asumsi yang menjadi titik tumpu / tolak dalam rangka studi dan praktk teori pada pendidikan.
  • Memberikan suatu rambu – rambu, yang mana seharusnya dilakukan pada pendidikan.
  • Bersifat filsafiah yaitu suatu pendekatan yang lebih konprehensif, spekulatif dan normatif.
  • Untuk menuju pencapaian sasaran pada perencanaan pendidikan secara tepat apa yang telah ditetapkan pada pendidikan.
  • Untuk memperkuat pada pengendalian sebagai alat pengembangan perubahan pendidikan dalam perencanaan.
Pentingnya peranaan dasar filosofis pada perencanaan pendidikan itu perlu diperhatikan. Dari berbagai asumsi itu berasal dari suatu sumber yaitu agama, filsafat dan juga hukum atau biasa disebut yuridis. Dilihat dari jenis dasarnya filosofis itu juga sama dan termasuk pada dasar hukum / yuridis, seperti apa yang telah dipaparkan pada paragraf satu, peranan akan dasar yuridis di dalam pendidikan. Yang memberikan rambu-rambu tentang bagaimana pelaksanaan sistem pendidikan dan manajemen pendidikan dilaksanakan selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu demi terwujud tercapainya suatu manajemen/proses perencanaan pendidikan sangat diperlukan dasar/landasan filosofis untuk mencapai sasaran, tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Kesimpulan
1. Dasar filosofi adalah suatu dasar yang bersumber dari dalam filsafat pendidikan dengan menyangkut suatu keyakinan, nilai, hakikat pengetahuan dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan dengan dari suatu kebenaran logika, akal.
2. Dasar filosofis ini terbagi tiga macam, yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi.
3. Dasar filosofis itu sangat penting sert memberi peranan yang sangat penting pula untuk mengacu perkembangan pada perubahan pendidikan yang lebih baik didalam perencanannya. Agar pada perencanaan itu berjalan lancar serta tepat pada sasaran, tujuan yang mempunyai arah jelas bagi pendidikan yang akan datang lebih baik dan berkembang.

Jika Anda Tertarik untuk mengcopy Makalah ini, maka secara ikhlas saya mengijinkannya, tapi saya berharap sobat menaruh link saya ya..saya yakin Sobat orang yang baik. selain Makalah DASAR FILOSOFIS PERENCANAAN PENDIDIKAN, anda dapat membaca Makalah lainnya di Aneka Ragam Makalah. dan Jika Anda Ingin Berbagi Makalah Anda ke blog saya silahkan anda klik disini.Salam saya Ibrahim Lubis. email :ibrahimstwo0@gmail.com
Daftar Pustaka dan Footnote
DAFTAR PUSTAKA


1. Abdullah. 2001. Filsafat Ilmu. Bandung: Rosdakarya

2. Arif, Muhammad. 2010. Teknologi Pendidikan. Kediri: STAIN Press

3. Prasetya. 2003. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia

4. Suyitno, Y. 2009. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.

====================

[1] Suyitno. Y. 2009. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia. hlm: 29

[2] Mohammad Arif. 2010. Teknologi Pendidikan. Kediri: STAIN Kediri Press. hlm: 24

[3] Saefudin Sa’ud. 2005. Perencanaan Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hlm 23

[4] Made Pirdata. 1997. Landasan Pendidikan. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia. hlm 40

[5] Suyitno. Y. Op Cit hlm 99

[6] Mohammad Arif. Op Cit. Hlm. 26

[7] Abdullah. 2001. filsafat Ilmu. Bandung: Rosdakarya, hlm 80

[8] Prasetia. 2003. filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia, hlm 85

No comments:

Post a Comment